Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mahasiswa Kura-kura dan Kupu-kupu, Padahal Aku Lebih Suka Kucing

Sebutan mahasiswa kura-kura atau kupu-kupu sudah sangat sering terdengar, padahal aku tidak ingin menjadi kedunya, karena aku lebih suka kucing dari pada keduanya.

Ilustrasi: Kucing Tidu | pinterest.com (Aprodhite's Werdrobe)

Julukan mahasiswa kura-kura sering disematkan kepada mahasiswa yang sangat aktif berkegiatan dan banyak mengikuti organisasi di dalam maupun luar kampus. Atau bisa saja menjadi kuliah rapat-kuliah rapat.

Sedangkan mahasiswa kupu-kupu adalah mereka yang selesai kuliah terus pulang, atau kepanjangannya adalah kuliah pulang kuliah pulang. Terkadang juga memiliki arti lain, teman saya juga ada yang menyebut kuliah push rank kuliah push rank.

Saya tidak ingin menjadi kedua hewan tersebut, bahkan kedua hewan tersebut kebanyakan hidupnya di air dan yang satunya terbang kesana kemari. Saya lebih suka dengan kucing daripada kura-kura atau kupu-kupu.

Mengapa Lebih Suka Menjadi Kucing?

Sebenarnya masih ada hewan lain juga seperti paus, badak, singa, anjing, atau semut. Tapi kenapa saya memilih kucing adalah karena saya selalu memelihara kucing. Begitulah jawaban singkatnya.

Yang saya bayangkan menjadi mahasiswa kucing adalah, saya membayangkan diri saya bersantai di bawah pohon, beranjak tidur untuk kelas, dan hanya menunjukkan sedikit minat ketika dosen mulai membicarakan hal-hal yang terlalu rumit.

Saya terlalu cepat untuk menjadi kura-kura saya juga tidak terlalu anggun dan estitik untuk hinggap di bunga-bunga dan menghiasi taman seperti kupu-kupu.

Tentu saja, menjadi Mahasiswa Kura-kura dan Kupu-kupu tidak ada salahnya bahkan memiliki keunikannya sendiri. Pagi-pagi, melihat segerombolan mahasiswa bergegas ke kelas seperti kawanan kura-kura yang berusaha mencapai garis akhir.

Ada juga mahasiswa yang begitu cepatnya merapikan tempat duduk setelah matakuliah selesai, lalu pergi entah kemana padahal tidak sedang mengikuti apa-apa.

Saya tidak tahu, bahwa dikubu mana aku ini. meskipun kenyataannya hati saya selalu bergetar untuk kucing. Entah sebutan mahasiswa kucing itu ada atau tidak, setidaknya itulah yang aku buat sendiri.

Terkadang saya menyusup ke perpustakaan untuk mendapatkan spot terbaik yang mirip kandang kucing atau mencoba menyelipkan kata-kata kucing ke dalam setiap diskusi kelas, saya hanya bisa bermimpi menjadi Mahasiswa Kucing yang sesungguhnya.

Mungkin terlihat aneh, tetapi ternyata ada keuntungan tersendiri ketika kita memandang pendidikan dengan pandangan kucing. Pertama, keberanian kucing yang suka berpetualang sangat membantu dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan.

Sebagai mahasiswa kucing, saya belajar untuk menjelajahi setiap sudut kampus. Ini membantu saya membuka wawasan, menemukan minat baru, dan membangun koneksi di antara beragam lingkungan akademis.

Mahasiswa Kucing tahu kapan saatnya fokus di perpustakaan dan kapan saatnya memanjakan diri dengan tidur yang berkualitas. Tapi tidak jarang juga begadang dan melamun.

Selain itu, kemampuan kucing untuk menemukan tempat yang nyaman dan tenang juga berlaku untuk Mahasiswa Kucing. Saya telah belajar untuk menciptakan 'sarang belajar' pribadi saya di sudut-sudut perpustakaan atau kafe yang tenang.

Ketenangan mahasiswa kucing kadang terusik saat bertemu dengan musuhnya.

Musuh Mahasiswa Kucing

Mahasiswa kucing mempunyai musuh alami, yup benar. Yaitu mahsiswa anjing. Waduh jadi agak satir, tapi biarin.

Seperti Tom and Jerry pemerannya yaitu tikus, anjing, dan kucing. Kalian tahukan hubungan antara kucing dan anjing di Tom and Jerry seperti apa. Tapi yang saya maksud disini bukan tentang kartun tersebut.

Sebenarnya mahasiswa anjing ini bukan hanya bermusuhan dengan mahasiswa kucing, hampir semua jenis mahasiswa membenci mahasiswa anjing ini, karena kelakuan buruknya yang sudah sangat sering dilakukan.

Mahasiswa kura-kura dan kupu-kupu terkadang tidak menyadari bahwa dirinya seperti itu termasuk juga dengan mahasiswa anjing. Tapi tenang saja karena mahasiswa anjing ini hanya sebutan saya saja, sama seperti mahasiswa kucing. Konon katanya ada juga mahasiswa babi lho wkwkw. tidak tidak, kali ini saya hanya bercanda.

Bersyukurlah kalian, karena sekarang ini faktanya adalah mahasiswa sekarang adalah mahasiswa manusia bukan mahasiswa hewan.

Sepertinya menjadi mahasiswa badak seru juga. Wkwkwk. Bercanda ges.


Posting Komentar untuk "Mahasiswa Kura-kura dan Kupu-kupu, Padahal Aku Lebih Suka Kucing"